GO GREEN!!! SAVE THE EARTH!!!

Tahukah Anda disposable diapers (popok sekali pakai/pospak) yang sering digunakan bayi kita selama ini akan menambah penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan, karena setelah dipakai dibuang di tempat sampah begitu saja. Sedangkan material bahan dari pospak itu sendiri mengandung plastik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme yang ada di bumi ini, dan baru akan mengurai dengan bantuan matahari setelah lebih dari 500 tahun lamanya. Bayangkan saja seperti apa jadinya bumi kita tercinta ini jika bertahun2 lamanya dicemari oleh limbah pospak ini??? Ayooo mulai sekarang kita ikut melestarikan bumi ini, salah satunya adalah dengan cara mengganti pospak dengan popok kain.


POPOK yang HEMAT

Anda ingin menghemat pengeluaran bulanan, padahal tiap bulan rutin menyisihkan dana untuk popok sekali pakai (pospak) bagi buah hati Anda??? Saatnya beralih dari pospak ke popok kain, yang insyaAllah lebih baik dari berbagai segi. Mau dibuktikan???

Monggo…:

Popok Sekali Pakai (Pospak) :

Pemakaian pospak dalam sehari sampai anak usia 2 tahun rata2 diperkirakan 6pcs/hari, dalam 1 bulan pospak yang digunakan adalah 6pcs x 30hari = 180pcs. Kita asumsikan pospak harga menengah Rp.1500/pc, maka pengeluaran pospak perbulannya Rp.270.000,- pertahunnya Rp.3.240.000,- dan total penggunaan pospak selama 2 tahun adalah Rp.6.480.000,- Belum lagi jika ditambah krem ruam popok bisa lebih besar lagi pengeluarannya. Ada juga anak di atas 2 tahun yang masih menggunakan pospak, jadi pengeluaran bisa lebih besar lagi deh… ;-p

Mari kita bandingkan dengan popok kain…:

Kita asumsikan penggunaan popok kain sampai 2 tahun, kira2 sehari pemakaian 12pcs/hari dan untuk cadangan 12pcs (total 24pcs), perhitungan memakai harga popok kain yang mahal Rp.55.000,- maka pengeluarannya adalah Rp.1.320.000,- Kita asumsikan daya mesin cuci adalah 300 watt dan waktu pencucian 1 hari adalah 1 jam, maka kwh nya adalah 0.3 kwh. Taruhlah harga listrik adalah Rp.1011/kwh jadi biaya mencuci dengan mesin adalah Rp.303/hari sehingga sebulan 9.090/bulan. Kita asumsikan juga untuk air kita pakai pompa air dengan daya 500 watt dan dalam 1 hari dihidupkan selama 1 jam maka biaya pompa air selama 1 bulan adalah Rp.15.165/bulan. Kita hitung total pemakaian listrik selama 2 tahun untuk mesin cuci dan pompa air, yang kita dapat adalah = (9090 + 15165) x 24 bln = Rp.582.120,- Sekarang kita hitung total popok kain + listrik = Rp.1.320.000 + Rp.582.120 = Rp.1.902.120,-

Perhitungan pengeluaran dapat jauh lebih kecil dari ini karena pompa air dan mesin cuci watt nya lebih kecil, atau penggunaan air lebih sedikit volumenya karena tidak menggunakan mesin cuci sama sekali namun memakai tangan. Pengeluaran akan jauh lebih kecil lagi jika pencucian dicampur atau berbarengan dengan pencucian pakaian biasa.

Jadi Anda akan memilih mana 6,5 juta atau 1,9 juta??? Kalau hanya dengan 1,9 juta kita bisa berhemat dan bisa hemat lagi karena bisa diturunkan ke adik kecil berikutnya, tentu pilih popok kain donk… ;-)


POPOK yang SEHAT

Dalam memilih popok yang menjadi pertimbangan utama bagi orangtua adalah popok yang mampu menjaga agar kulit bayi tetap kering, sehat, bebas ruam popok. Penyebab dari ruam popok banyak sekali faktornya, misalnya basah yang terlalu lama, kurangnya sirkulasi udara, sabun, zat kimia, alergi zat warna, ammonia yang terbentuk karena interaksi bakteri pada pup bayi dengan urin.

Perlu Anda ketahui bahwa pospak mengandung bahan pewarna sodium polyacrylate (gel penyerap), dan dioksin, yang merupakan produk sampingan kertas (tisu) yang diputihkan. Sodium polyacrylate sering dikaitkan dengan sindrom toxic shock, reaksi alergi, dan juga berbahaya karena ternyata bersifat letal terhadap binatang. Beberapa jenis pewarna dan dioksin menurut EPA (Environmental Protection Agency) diketahui dapat merusak sistem saraf pusat, ginjal, dan hati. (FDA) Food & Drug Administration menerima laporan bahwa aroma pada pospak dapat menyebabkan sakit kepala dan ruam. Perekat plastic juga dapat melukai kulit jika salah pakai.

Tidak semua bayi mengalami ruam karena kondisi kulit mereka berbeda-beda. Bisa jadi ada orang tua yang menemukan bahwa tidak ada masalah dengan bayinya yang menggunakan pospak. Pengguna popok kain juga tidak boleh disamakan dengan pospak, karena popok kain bisa juga menyebabkan ruam apabila tidak sering diganti padahal sudah penuh dan tidak dicuci dengan baik setelah terkena feses. Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah mengganti popok kain maupun pospak secara rutin. Walaupun pospak mampu menahan urin dalam jumlah banyak, tetap saja kulit akan basah walaupun sedikit, yang dapat menyebabkan ruam. Adapun popok kain seharusnya diganti segera setelah popok basah, dan popok harus dibersihkan secara tuntas agar bakteri di popok mati. (Sumber : dari berbagai sumber)

Klik berikut ini untuk produk diaper dan menspad :